Pengecoran aluminium adalah proses manufaktur yang banyak digunakan yang memungkinkan terciptanya bentuk dan desain kompleks dengan akurasi luar biasa.
Pemrosesan mekanis telah menjadi teknik instrumental yang digunakan dalam industri manufaktur selama bertahun-tahun. Namun, teknologi pemrosesan mekanis tradisional memiliki keterbatasan dalam menghasilkan komponen yang rumit dan presisi. Di sinilah peran pemesinan kontrol numerik komputer (CNC), membawa pemrosesan mekanis ke tingkat akurasi dan efisiensi yang benar-benar baru.
Pengecoran presisi merupakan pengecoran yang dibentuk dengan cara menuangkan logam cair ke dalam cetakan tertentu dan menjalani perlakuan dingin. Ada banyak proses pengecoran untuk pengecoran investasi, termasuk pengecoran cetakan logam, pengecoran tekanan, pengecoran investasi, pengecoran busa hilang dan pengecoran metode V, dll.
Proses pengolahan bodi secara tradisional rumit, dan bahan utamanya adalah baja. Pembuatan bodi terdiri dari empat proses utama: stamping, pengelasan, pengecatan, dan perakitan akhir.